Kamis, 31 Mei 2012

719 Penari Remo Meriahkan Upacara HJKS


Dinkominfo – Hari ini, Kamis (31/5) Kota Surabaya genap berusia 719 tahun. Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya tahun ini dimeriahkan oleh beragam penampilan yakni musik kolaborasi ansamble angklung adri SMP Luar Biasa Gebang Putih, Kroncong dari SMP Katolik Santa Maria, Bina Vokal dari SMP Vita School dan penampilan tari remo oleh 719 siswa siswi SD se-kota Surabaya.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang hadir memimpin upacara dalam amanatnya menyampaikan di usianya yang ke-719 ini, Surabaya telah melewati berbagai tantangan pembangunan beserta segala dinamikanya. Banyak pencapaian yang telah diraih dan tak sedikit pula yang berujung pada penghargaan dan prestasi.

“Namun kita tidak boleh berpuas diri, pemerintah harus bekerja lebih keras lagi memberikan yang terbaik. Semua itu semata-mata demi pengabdian kepada seluruh warga Surabaya,” katanya.

Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk membawa Kota Pahlawan menuju kondisi yang lebih baik. Misalnya, di bidang pemberdayaan ekonomi, selama hampir dua tahun ini, sudah ada sekitar 1.800 kelompok usaha yang tersebar di seluruh penjuru kota dan aktif berproduksi.

“Saya rasa ini adalah sebuah kemajuan yang cukup signifikan dan saya optimis akan memiliki potensi keberhasilan yang cukup menjanjikan. Masyarakat makin mampu secara mandiri melakukan pemberdayaan, sementara pemerintah mendorong dan memfasilitasi,” tutur walikota.

Sama halnya dengan penataan lingkungan, di Surabaya sedikitnya 402 orang fasilitator lingkungan di seluruh kelurahan dan 28.000 kader lingkungan mampu memberikan inspirasi untuk selalu menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Hasilnya, Surabaya dianugerahi Adipura, Penghargaan Taman Kota Terbaik, ASEAN Environment Sustainable City, dan sebagai Kota Metropolitan dengan Udara Terbersih oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Terhadap masalah kesehatan, Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan termasuk peningkatan mutu puskesmas. Saat ini, Surabaya memiliki 58 puskesmas dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, 25 diantaranya dilengkapi dengan poli spesialis dan paliatif. Pada tahun ini, 23 puskesmas di Surabaya telah berstandar ISO 9001.

“Selain puskesmas, Surabaya juga memiliki 3.215 posyandu terdiri dari 414 posyandu lansia dan 2.794 posyandu balita, dan 9 posyandu remaja,” imbuh Risma. Pemkot Surabaya juga bertekad mencetak sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing. Salah satunya dengan menaruh perhatian lebih pada sektor pendidikan. Berbagai fasilitas telah diupayakan muali dari pembebasan biaya sekolah hingga peningkatan kualitas pengajar dengan menyekolahkan guru ke jenjang yang lebih tinggi.

Usai upacara, dilakukan penyerahan penghargaan secara simbolik kepada 37 orang dan instansi. Beberapa tokoh yang menerima penghargaan dari Pemkot Surabaya diantaranya Kresnayana Yahya sebagai motivator kreativitas warga Kota Surabaya, Azrul Ananda sebagai inspirator kreativitas pemuda, Francis Palmos sejarawan berkebangsaan Australia penulis buku Surabaya 1945: Tanah Keramat, almarhum Soni Radji sebagai tokoh yang memperkenalkan kain batik jawa oriental, dan sejumlah tokoh lainnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan peluncuran buku Kampung Surabaya Menuju Abad ke-21 dan launching perizinan online Pemkot Surabaya. Dengan adanya perizinan online ini, masyarakat akan semakin mudah mengurus perizinan dan menekan peluang terjadinya KKN karena tidak ada tatap muka langsung antara pemohon izin dan pemroses, warga cukup mengakses melalui www.surabaya.go.id. “Ini merupakan salah satu pemanfaatan teknologi untuk kemudahan masyarakat,” pungkas Walikota Surabaya.

Tak hanya seremonil upacara, Pemerintah Kota Surabaya jg menggelar Pesta Rakyat dengan menghadirkan 120 rombong dari 31 Kecamatan yang turt berpartisipasi. Masing-masing rombong menyajikan 100 porsi makanan khas Suroboyo, jadi total ada 12.000 porsi makanan yang dapat dinikmati masyarakat Surabaya secara cuma-cuma. Aneka kuliner Suroboyo yang tersedia diantaranya rujak cingur, lontong kupang, rawon, sate klopo, semanggi, dsb.

Senin, 28 Mei 2012

30 Mei 2012, Tiket KBS Gratissss....


SURABAYA-Kebun Binatang Surabaya (KBS) menggratiskan tiket masuk, Rabu (30/5) mendatang. Hal ini terkait dengan perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-719.
Kepala Bagian (Kabag) Humas KBS, Anthan Warsito mengatakan, program gratis sehari bagi pengunjung KBS (One Day Free For Visitor At Surabaya Zoo) ini selain dalam kaitannya dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), sekaligus juga untuk merayakan Hari Lingkungan se-Dunia yang akan diperingati pada 5 Juni mendatang. “Program masuk KBS gratis sehari ini belum pernah ada sebelumnya, masyarakat selama ini kan selalu bayar. Karenanya, ini sebagai bentuk apresiasi bagi pengunjung,” jelas Anthan, Senin (28/5).
Dikatakan Anthan, program gratis sehari masuk KBS ini tidak hanya berlaku bagi warga Surabaya. Tetapi bagi siapa saja yang ingin berekreasi bersama keluarga di kebun binatang legendaris ini, selama ini tiket masuknya Rp 15 ribu. Dengan masyarakat datang berbondong-bondong ke KBS, diharapkan mereka bisa mengetahui situasi sebenarnya di KBS. Bahwa, kebun binatang yang berada di lahan seluas 15 hektar itu berfungsi sebagai lahan hutan kota dan ikon kota, juga memiliki peran strategis sebagai tempat konservasi, penelitian, pendidikan dan rekreasi yang berbasis lingkungan.
Anthan menambahkan, pihak KBS juga menargetkan jumlah pengunjung yang datang pada hari itu bisa mencapai 4000 hingga 5000 baik dari Surabaya maupun daerah sekitanrnya. Sehingga untuk pengamanannya, pihak KBS bekerjasama dengan Polsek Wonokromo, Polrestabes, dan Polda dengan menerjunkan 25 personil yang akan disebar, baik di dalam maupun di luar KBS. 
“Kita berharap setelah adanya penggratisan ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung di hari-hari berikutnya. Dan ini juga sebagai langkah, bahwa KBS masih mempunyai koleksi binatang yang masih banyak untuk dilihat,” harapnya. (sumber : www.surabayapost.co.id)

Menko dan UKM Resmikan 10 PKL


Penataan pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya mendapat apresiasi positif dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Syarifuddin Hasan serta Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana. Hal tersebut diungkapkan dalam acara peresmian Sentra PKL Gayungan pada Senin (28/5).

“Pendirian sentra-sentra PKL sebagai wadah bagi para pedagang untuk lebih mengembangkan usahanya, seperti yang dilakukan Pemkot Surabaya saat ini sudah sejalan dengan apa yang digariskan Kementerian Koperasi dan UKM dan Bappenas,” kata Syarifuddin dalam sambutannya.

Menurutnya, Pemerintah dan PKL bisa bersinergi menciptakan lingkungan usaha yang bersih, rapi, dan tertata. Apalagi jika pedagangnya mau diatur, itu akan memberi kontribusi pada sektor pariwisata.

“Kita sudah sepakat, tidak ada lagi istilah penggusuran pedagang, yang ada adalah sinergi pemerintah dan pedagang. Bahkan, kalau berhasil itu bisa jadi ikon suatu kota, keindahan kota juga semakin bagus,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Meneg PPN Armida, ia menambahkan sinergi bahkan bisa diperluas dengan menggandeng pihak swasta. “Saya menyambut baik dan mengucapkan selamat atas peresmian Sentra PKL Gayungan, semoga kedepan lebih banyak wadah bagi para pedagang berjualan tanpa mengganggu ketertiban umum,” tandasnya.

Sementara, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan, jumlah PKL di Surabaya tergolong sangat banyak, pada tahun 2011 terdata sebanyak 13.015 pedagang yang tersebar di 489 titik. Agar pedagang lebih tertata dan keindahan kota tetap terjaga, sejak tahun 2008 Pemkot Surabaya berkomitmen melakukan pembangunan sentra-sentra PKL dengan berlandaskan Perda No.17/2003 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Alhasil, saat ini sudah 19 sentra PKL yang sudah berdiri dengan biaya APBD sebesar Rp. 9.213.791.159. “Keberadaan sentra PKL terbukti membawa dampak positif, yaitu mampu menampung 1.200 pedagang dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.500 orang,” kata walikota perempuan pertama di Surabaya ini.

Risma menambahkan, peningkatan kesejahteraan ekonomi pedagang juga semakin baik dengan omzet yang meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp. 733,51 juta dan meningkat menjadi Rp. 1,07 miliar pada tahun 2011 atau terjadi kenaikan sebesar 45,63 persen.

“Saya berharap peresmian sentra PKL ini dapat memacu semangat kita dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan,” tutur walikota. Sentra PKL Gayungan dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 900 meter persegi. Letaknya berada di seberang Masjid Al Akbar, tepat di sebelah kantor Kecamatan Gayungan. 

Pengunjung dapat leluasa memilih kuliner yang dikehendaki karena di sana terdapat 32 stan yang menjual aneka makanan dan minuman. “Ini merupakan relokasi PKL yang dulunya berjualan di sekitar Masjid Al Akbar, sehingga ketika sudah jadi, dipastikan tidak ada lagi PKL yang berjualan di luar. Semua tertata dengan rapi di dalam sentra PKL,” tegas Kadiskop dan UMKM Surabaya Hadi Mulyono.

Manfaat berjualan di sentra PKL dirasakan oleh Sulami (54), salah seorang pedagang kikil sapi. Menurutnya, saat ini kondisinya lebih bersih dan tertata. Ia juga tak perlu khawatir bila hujan datang. “Kalau dulu kami sering kerepotan kalau cuaca hujan, sekarang enak tidak kehujanan karena dalam ruangan. Pendapatan kami juga meningkat karena orang nyaman datang ke sini,” ungkap Sulami (sumber : www.surabaya.go.id)

Minggu, 27 Mei 2012

Lagi, Ratusan Ikan Mabuk di Kali Surabaya


SURABAYA - Para warga di sekitar Kali  Brantas panen ikan Minggu dini hari tadi (27/5). Bukan  dari hasil mancing melainkan karena kondisi ikan-ikan tersebut dalam keadaan mabuk sehingga mengambang di permukaan dan mudah dijaring warga.

Peristiwa itu memang bukan kali pertama terjadi. Hal serupa pernah terjadi pada 24 Mei lalu.
Tak ayal, ratusan ikan yang diduga tercemar oleh limbah pabrik dan sampah rumahtangga itu langsung menjadi serbuan warga sekitarnya untuk dijaring.

“Jika ada ikan terkena racun sampai mabuk atau mati saya rasa kualitas airnya sudah sangat buruk, bisa jadi sudah terkontaminasi limbah kimia,”ungkap Dwi Heru Dosen Kimia Universitas Negeri Surabaya.

Selama ini air yang ada di pintu masuk Gunung Sari dan Kali Jagir merupakan bahan baku PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang mengelola air untuk dikonsumsi masyarakat Surabaya. Meski sudah dilakukan penelitian dan dinyatakan bahwa kualitas air di Surabaya masih bagus, namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Kenyataannya kurang dari dua bulan kasus yang sama terjadi lagi bahkan dengan jumlah volume ikan lebih banyak dan tak sedikit yang sudah mati.

“Bulan lalu luapan ikan mabuknya tidak sebanyak ini. Sekarang lebih banyak namun harus dipilih karena ada pula yang sudah mengambang dan disiram air tidak hidup lagi,”ungkap Sutiono warga sekitar.

Hal senada disampaikan oleh Nur Yati, yang mengakui bahwa ikan-ikan yang diperolehnya tinggal menyerok dari sungai.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur Ridho Saiful Asghaf mengatakan bahwa air yang mengalir di sungai Surabaya sudah banyak mengalami pencemaran di ambang batas bahaya.

“Menurut saya indikasi utamanya pasti limbah pabrik yang mengandung bahan kimia. Meskipun kita juga tidak bisa mengabaikan sampah-sampah yang disumbangkan oleh rumahtangga. Jika ikan-ikan itu sudah sampai mati sepertinya harus segera dilakukan penelitian yang serius,”ungkapnya pagi tadi.

Masih menurut Saiful Asghaf, Walhi yang selama ini bergelut  pada masalah lingkungan hidup mengakui bahwa pihaknya menemukan banyak kejadian pencemaran lingkungan yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah termasuk mengenai kualitas air di Surabaya.
“Air itu sumber kehidupan kita, jika sudah mulai tercemar dengan berbagai macam limbah maka siklus hidup kita akan ikut berubah,”pungkasnya.(Sumber : www.surabayapost.co.id)

Kamis, 24 Mei 2012

Festival Rungkut, Ruang Kreatif Masyarakat Surabaya Timur

Dinkominfo - Untuk kali kedua Festival Rungkut diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Kecamatan Rungkut bersama paguyupan UMKM kecamatan Rungut, Kamis (24/5) di halaman parkir Carrefour, jalan Raya Kali Rungkut. 

Sebanyak 100 stan yang terdiri dari 65 paguyupan UMKM dan masyarakat umum ramaikan even yang diselenggarakan mulai 24 hingga 28 Mei 2012 ini. Hal tersebut disampaikan Binti Rochmah, Ketua Paguyuban UMKM Kecamatan Rungkut. Ia menjelaskan masing-masing kelurahan mendapatkan kesempatan menempati 10 stan untuk menampilkan produk-produk unggulan diwilayahnya. 

"Bisa kita lihat bersama besarnya antusias warga kecamatan Rungkut mengikuti festival ini. Tak hanya kerajinan tangan atau souvenir, makanan olahan juga tersedia di sini contohnya nata de rebung. Minuman kaya manfaat ini diproduksi warga dari kelurahan Medokan Ayu," ujarnya. 

Ridwan Mubarun, Camat Rungkut menyatakan even ini merupakan sebuah ikon program yang dimiliki kecamatan Rungkut yang bertujuan untuk membuka peluang seluas-luasnya kepada UMKM di kecamatan rungkut untuk mengenalkan dan memasarkan produk-produknya kepada masyarakat Surabaya. 

"Festival rungkut merupakan sebuah ikon program Kecamatan rungkut, oleh karena itu semua potensi yang dimiliki warga Rungkut ditampilkan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan pada publik tentang karya yang mewarnai perkembangan wilayah timur Surabaya," katanya. 

Ridwan menjelaskan tahun lalu, festival Rungkut dibarengi dengan dilaunchingnya buku profil UMKM di kecamatan Rungkut, dan untuk tahun ini bersamaan dilaunchingnya batik alang-alang. Tak hanya itu, even tahun ini dilakukan penguatan dibeberapa bidang publikasi, kepesertaan dan format acara agar masyarakat Rungkut dan sekitar banyak yang tertarik untuk mengunjungi. Yang menjadi perbedaan antara tahun ini dan tahun lalu adalah jika pada tahun lalu festival rungkut dipercayakan kepada even orgenaizer tetapi pada tahun ini sepenuhnya acara disusun oleh paguyuvban UMKM Rungkut. 

"Festival ini juga menjadi kado persembahan masyarakat Rungkut untuk kota Surabaya yang telah berkembang dengan meraih beragam prestasi baik nasional maupun internasional. Berbagai acara telah disusun antara lain fashion show batik alang-alang yang diperagakan oleh bapak dan ibu Lurah, jalan sehat, lomba mengambar, pagelaran band pelajar dan mahasiswa serta tari-tarian, " pungkasnya. (sumber : www.surabaya.go.id)

Selasa, 22 Mei 2012

Karya Cipta Adinugraha, Penghargaan Bagi UMK Surabaya

Pemkot Surabaya menaruh perhatian terhadap geliat usaha kecil menengah (UKM) di Kota Pahlawan. Melalui Penganugerahan Karya Cipta Adinugraha yang diselenggarakan di Gramedia Expo, Selasa (22/5), pemkot memberikan penghargaan kepada para pelaku UKM binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, berlabel kota jasa dan perdagangan, Surabaya menyimpan banyak sekali potensi dan peluang usaha yang dapat dimanfaatkan. Oleh karenanya, UKM harus mengambil pasar di Surabaya atau bahkan luar Surabaya dan internasional. “Apalagi ini era perdagangan global, jangan sampai kita jadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya usai menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.

Risma berharap Anugerah Karya Cipta Adinugraha ini dapat memicu semangat para pelaku UKM yang lain agar lebih berprestasi. “Jangan pernah patah semangat, kalau sekarang belum menang itu artinya memang masih belum waktunya. Tapi yang penting di lain waktu anda bisa merebut pasar,” katanya.

Sementara, Plt. Kadisperdagin Surabaya Eko Agus Supiadi menyatakan, tujuan kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada UKM-UKM di Surabaya agar lebih bersemangat dalam menggeluti dunia usaha.

Dijelaskan Eko, terdapat 4 kategori dalam penyelenggaraan penghargaan ini yaitu kategori perdagangan kecil, perdagangan menengah, industri kecil, dan industri menengah. Untuk menentukan pemenangnya, sejak Februari hingga Mei 2012, tim penilai yang terdiri dari unsur akademisi, pengusaha, dan pemerintah telah menyeleksi ratusan UKM. “Dari sekian banyak UKM kemudian disaring menjadi 40 UKM nominator dan 12 diantaranya dinyatakan berhak atas penghargaan Anugerah Karya Cipta Adinugraha,” katanya.

12 UKM yang memperoleh penghargaan saat itu untuk kategori perdagangan kecil: Dian Art (unggulan I); Souklat (unggulan II); UD. Gurita (unggulan III), kategori perdagangan menengah: Mpu Batu (unggulan I); Bengkel Kriya Daun (unggulan II); Widi Collection (unggulan III), kategori industri kecil: Sepatu Siniku (unggulan I); Tas Felda (unggulan II); Amalia Bakery (unggulan III), dan kategori industri menengah: Safrida Snack (unggulan I); Baley Sepatu (unggulan II); Ono Joyo (unggulan III).

Bagus Heri Setiaji, pemilik usaha Mpu Batu yang juga menerima penghargaan mengisahkan, awalnya ia mulai menggeluti usaha ukir batu ini sejak awal 2008. Saat itu, Bagus mencoba membuat kaligrafi yang diukir di atas batu dan mengikut sertakan produknya itu ke sebuah pameran. Ternyata, hasil karyanya mendapat respon positif bahkan dari luar negeri.

“Banyak orang dari timur tengah khususnya dari Jedah yang meminati kaligrafi saya. Setelah itu, saya kembangkan tak hanya budaya Islami tapi juga mencakup budaya kaligrafi Hindu dan Nasrani,” ungkapnya.

Tak hanya kaligrafi, Bagus juga mulai memproduksi aksesoris ukiran batu beragam bentuk. Jenis batuan yang lazim digunakan yakni andesit, obsidian, batu fosil, dan koral. Harga jual produk Mpu Batu berkisar antara Rp 10.000 – 150.000 untuk aksesoris, sedangkan prasasti kaligrafi antara Rp 200.000 dan tak terhingga tergantung selera pemesanan. “Khusus produk prasasti dilengkapi dengan sertifikat,” imbuhnya.

Hingga saat ini, pria kelahiran Surabaya 38 tahun silam ini telah mengoleksi delapan penghargaan, beberapa diantaranya seperti juara I pengembang inovasi UMKM award 2009 tingkat nasional dan INA craft award 2012. (sumber : www.surabaya.go.id)

Senin, 21 Mei 2012

Taman Kota Surabaya


Bergerak dinamis menuju tatanan kota modern. Gemerlap tiap sudut memancar pesona. Menggelitik hasrat untuk datang dan menikmati suasana ruang demi ruang di Kota Surabaya.

Surabaya yang menobatkan diri sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, tetap arif untuk tidak meninggalkan hal mempercantik penampilannya. Setiap sudut yang ada di wilayah ini disentuh dengan keindahan untuk menebar aroma memikat bagi siapa saja yang datang.

Diantaranya dengan menghadirkan taman-taman kota yang tampil semakin cantik. Mampu menjadi tujuan alternatif bagi warga kota Surabaya untuk sekedar jalan-jalan, atau bahkan berinteraksi dengan sesama warga kota Surabaya yang lain.

Taman-taman kota di Surabaya kian dipercantik. Kondisi ruang terbuka hijau makin bisa dirasakan manfaatnya oleh warga kota. Taman-taman itu menyuguhkan keindahan sekaligus kenyaman buat rekreasi keluarga warga kota. Nyaris tak ada taman kota yang dibiarkan terbengkalai. Bahkan, sebagian besar taman itu dilengkapi bermacam fasilitas untuk kenyamanan wisata keluarga, seperti jogging track, taman bermain anak, air mancur, dan lampu-lampu hias.

Bahkan taman kota di Surabaya ini tidak saja nyaman bagi yang normal secara fisik, tapi juga bagi mereka para penyandang cacat. Tidak saja orang dewasa tapi juga anak-anak. Termasuk tidak hanya di siang hari, tapi juga malam hari tetap bisa dirasakan kenyamanan dan keelokannya. Cengkerama dan rekreasi keluarga warga kota makin memiliki banyak alternatif. Bahkan, sederet taman itu bakal dilengkapi fasilitas Hot Spot Wi-Fi untuk rekreasi dunia maya.


Taman Prestasi


Berada di Taman Prestasi bagai menemukan sebuah oase di tengah kota Surabaya. Taman seluas 6.000 m2 ini dihiasi sekitar 21 jenis tanaman sehingga terasa nyaman untuk melepas penat. Anak-anak pun dapat bermain sambil belajar mengenal lingkungannya. Area ini dilengkapi panggung terbuka, panggung teater, dan sarana permainan anak. Di sini, kita juga dapat menyaksikan replika penghargaan yang pernah diraih Kota Surabaya, seperti Wahana Tata Nugraha, Adipura Kencana, dan lain-lain. Obyek wisata ini juga menawarkan petualangan lain, seperti menyusuri Kalimas dengan perahu naga atau perahu dayung. Bahkan, bagi keluarga yang ingin menikmati suasana asri taman dengan menunggang kuda, telah tersedia kuda-kuda anak-anak. kekar yang siap mengantar.

Taman Bungkul

Revitalisasi Taman Bungkul dengan konsep Sport, Education, dan Entertainment telah diresmikan sejak 21 Maret 2007. Area seluas 900 m2 yang dibangun dana sekitar Rp 1,2 milyar itu pun dilengkapi berbagai fasilitas, seperti skateboard dan sepeda BMX track, jogging track, plaza (sebuah open stage yang bisa digunakan untuk live performance berbagai jenis entertainment), akses internet nirkabel (Wi-Fi atau Hotspot), telepon umum, arena green park seperti kolam air mancur, dan area pujasera. Bahkan, taman ini juga dilengkapi dengan jalur bagi penyandang cacat agar mereka pun bisa ikut berekreasi. Taman yang berada di jalan protokol yakni Jl. Raya Darmo Surabaya itu makin bisa dirasakan manfaatnya bagi warga kota metropolitan Surabaya.



Taman Kalimantan

Fungsi taman kota Surabaya sebagai tempat olahraga, rekreasi warga kota, hang out, dan menghirup udara segar jauh dari polusi, makin banyak alternatif. Surabaya bahkan telah memiliki taman  lanjut usia atau taman lansia. Area yang dimanfaatkan sebagai taman alternatif untuk para lanjut usia itu berlokasi di Jalan Kalimantan Surabaya. Area seluas sekira 2.000 m2 eks SPBU Kalimantan itu, di set up menjadi taman yang cantik sekaligus segar.

Beragam tanaman dan bunga cantik menghiasi. Di sela warna-warni tanaman indah itu tersedia track yang khusus dibuat untuk kenyamanan kursi roda para lansia. Ada pula tempat duduk untuk pengantar saat menemani para lansia menikmati suasana kota Surabaya di pagi atau sore hari. Kesejukan suasana di taman ini kian segar oleh keberadaan air mancur di tengah taman. Kesegaran itu tentu bisa memecah kepekatan polusi udara dari kendaran bermotor yang cukup padat melewati bilangan ini.

Taman Apsari

Taman Apsari memiliki keunikan dibanding kawasan Surabaya lainnya. Taman yang berada di depan Gedung Grahadi Surabaya itu terasa sejuk dan relatif tenang, meskipun tempatnya di tengah kota Surabaya. Area ini didalamnya terdapat patung Suryo dan Joko Dolog. Di area seluas 5.300 m2 itu dilengkapi lebih kurang 20 jenis bunga dan tanaman. Di sela bunga dan tanaman itu disediakan jogging track yang nyaman untuk jalan-jalan. Sebagian anak muda Surabaya bahkan menggunakannya untuk bermain skateboard. Sebagian warga Surabaya yang lain memanfaatkannya sebagai tempat kongkow kongkow semalaman sampai pagi menjelang. 





Taman Flora

Taman Flora seluas 2,4 hektar di eks Kebun Bibit Bratang Surabaya kian bertambah nilainya. Selain rindang oleh ratusan jenis pohon dan tanaman, taman ini juga disebut Techno Park karena dilengkapi fasilitas teknologi internet. Setelah diresmikan Agustus 2007, area ini dilengkapi sebuah ruang sekitar 5x10 m2 sebagai ruang pembelajaran IT dengan 6 line jaringan komputer yang tersambung internet. Ruangan ini juga dilengkapi software berbagai jenis games interaktif untuk sosialisasi tentang lingkungan dan masalah sampah. Techno Park ini sifatnya interaktif, yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah di Surabaya untuk praktek atau membentuk komunitas IT.


Taman Sulawesi

Area seluas 2.259 m2, eks SPBU Sulawesi, kini telah disulap menjadi taman yang indah. Taman Sulawesi ini pun menambah deretan taman rekreasi yang nyaman bagi keluarga di Surabaya. Warga kota Surabaya kerap memanfaatkan tempat ini untuk wisata bersama keluarga dan anak-anaknya. Area ini tampak elok oleh warna-warni 50 jenis bunga dan tanaman yang menghiasi taman. Arena wisata ini juga dilengkapi jogging track, shelter, arena permainan anak, dan air  mancur. Anak-anak muda sering memanfaatkan tempat ini untuk bermain skateboard dan olahraga sepatu roda. Area ini selalu tampak indah, baik pada siang maupun malam hari, karena dilengkapi lampu penerangan dan lampu warna-warni.


Taman Yos Sudarso

Taman Yos Sudarso terdiri dari taman dan pedestrian yang kerap dijadikan jalan kaki warga kota Surabaya maupun turis mancanegara. Di area taman ini terdapat monumen Panglima Sudirman yang tampak kian gagah diterangi sorot lampu di waktu malam. Para penghobi skateboard kerap menjadikan track di bawah monumen sebagai arena berlatih dan mengadu kemampuan. Bahkan di akhir pekan, sekitar tanaman dan pedestrian ini ramai dikunjungi warga Kota Surabaya untuk sekedar duduk-duduk bersama sanak keluarganya.

Taman Dr. Soetomo

Jalur Dr. Soetomo-Darmo Surabaya maupun Dr. Soetomo-Diponegoro Surabaya merupakan jalur kota yang ramai. Namun, melewati jalur ini berada teduh karena terdapat taman yang membelah dua jalur tersebut. Apalagi di jalur ini terdapat bundaran yang dijadikan taman untuk interaksi keluarga. Tak jarang warga kota Surabaya menikmati keceriaan bersama keluarga di taman seluas 103 m2 ini. Taman ini dilengkapi sekitar enam tanaman warna warni dan jogging track untuk jalan-jalan atau untuk anak-anak bersepeda.

Taman Mayangkara

Taman Mayangkara Surabaya dibangun antara lain untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara di bawah pimpinan Mayor Djarot Soebyantoro saat menghadapi Belanda. Di area Taman Mayangkara, di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, terdapat monumen Mayor Djarot Soebyantoro menaiki kuda putih Mayangkara. Warga Surabaya biasa menyebut Monumen Mayangkara. Berada di lokasi ini terasa makin nyaman karena seluruh area taman telah berhias warna-warni bunga dan tanaman hias. Bahkan, di sekeliling monument dilengkapi arena untuk jalan-jalan dan sarana untuk memadu keceriaan bersama keluarga.

Taman Ronggolawe

Monumen Ronggolawe di Jalan Gunungsari Surabaya didirikan sebagai kenangan bahwa kota Surabaya memiliki sosok pemberani dan berjiwa kepahlawanan tinggi. Area monumen itu pun dibuat menjadi Taman Ronggolawe. Setelah dilakukan pembenahan, taman itu kian sering dijadikan tempat bersuka ria warga kota Surabaya bersama keluarga, karena terdapat playground area untuk anak-anak. Kenyamanan di bawah rindangnya pepohonan juga kerap dimanfaaatkan anak-anak sekolah untuk belajar dan bermain di sekitar taman. Area sisanya juga sering digunakan anak-anak muda untuk area bermain sepak bola.

Pembangunan Akses Menuju Surabaya Sport Centre Lamban



Surabaya Sport Centre (SSC) di Surabaya Barat dinilai tokoh masyarakat setempat lamban. Pasalnya, pembangunan SSC sudah selesai 2010 lalu, namun hingga kini akses jalan dan infrastruktur lain belum juga tersedia. 

“Kami menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lamban membangun akses jalan dan sarpras berupa saluran air, jaringan PDAM, serta lainnya,” kata Masduki Toha, salah satu tokoh masyarakat di sana, Senin (21/5).
Menurutnya, Surabaya Barat memiliki potensi besar untuk maju. Bahkan, kalau dikembangkan bisa menyalip kawasan Surabaya Timur, Namun, karena minimnya infrastruktur di sana membuat kendala tersendiri. “Keberadaan jalan yang bisa mendukung akses ke berbagai wilayah penting untuk dilakukan, tapi kami belum melihat ada upaya untuk itu dari Pemkot,” jelasnya.
Herlina Nyoto Harsono anggota komisi C DPRD Surabaya menambahkan, pembangunan sarpras jalan menuju ke SSC sangat lamban. Pembangunan akses jalan yang dilakukan Pemkot hanya sebatas melebarkan jalan dari 3 meter menjadi 5 meter dari SSC menuju Romokalisari. Tapi, itu pun yang sudah dikerjakan hanya di depan sisi barat kawasan SSC. Bahkan, yang dikerjakan baru 100 meter dari total panjang jalan sekitar 3 km.
Bila Pemkot menunggu pembangunan sarpras dan akses jalan yang akan dikerjakan pengembang perumahan di kawasan tersebut, sudah tentu pembangunannya akan lambat. Sebab, para pengembang belum tentu membangun lahannya dalam kurun waktu 1-3 tahun ke depan.
“Kami harap Pemkot segera menuntaskan rencana pembangunan akses jalan menuju dan keluar SSC. Bila tidak SSC dan Surabaya Barat menjadi kawasan yang tak pernah maju dari sebelumnya,” ujar politisi asal Partai Demokrat (PD) tersebut.
Terkait dengan ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Hendro Gunawan mengatakan, pengembangan wilayah Surabaya Barat menjadi prioritas tahun ini. Salah satunya menyemarakkan layanan pubik seperti Gelora Bung Tomo (GBT).
Selama ini, katanya, kendala yang dihadapi untuk mengakses wilayah Surabaya Barat adalah akses jalan yang sempit. Namun, perlahan tapi pasti infrastruktur itu akan dilengkapi Pemkot, utamanya untuk menunjang pusat keramaian warga.
Dia menambahkan, pembangunan jalan akses menuju GBT mulai dilakukan. Akses langsung ke GBT nantinya langsung dihubungkan dengan tol Surabaya-Gresik dan tembus ke tol Surabaya-Gempol sampai tol Surabaya-Mojokerto. “Hasil resume rapat di Jakarta izin membuka jalan tol dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah pasti, sekarang tinggal menunggu izin dari Kemenhub itu sendiri. Setelah izin Kemenhub sudah ada pembangunan akses jalan itu akan kami lelang,” ujar Hendro.
Dia melanjutkan, untuk tahap pertama ini akses jalan ke GBT akan dimulai dari Tol Surabaya-Gresik menuju ke Jl. Raya Benowo. Pemkot sendiri sudah menyiapkan nama jalan yang nantinya dipakai, yakni Jl. Bung Tomo.
Selain itu, Pemkot sendiri merasa di atas angin untuk segera menyelesaikan jalan akses ke GBT. Pasalnya, 80% lahan yang dijadikan jalan akses merupakan persil kosong milik pengembang. Kondisi itu tentunya memudahkan pemkot dalam membangun jalan tanpa proses pembebasan lahan yang alot. “Jadi nanti ada pintu tol yang akan kita buka untuk akses ke stadion GBT,” jelasnya.
Dia menambahkan, pada tahap pertama memang masih ada ada beberapa lahan milik warga yang terkena pembebasan jalan baru. Tapi itu pun tak banyak. Dia juga sudah memastikan anggaran untuk pembangunan akses jalan menuju GBT dan Jl. Raya Benowo. Sedangka besaran anggaran, ia mengaku tak ingat secara pasti.  “Sudah ada, tapi besarannya saya lupa. Saat ini sudah jalan kok,” jelasnya (sumber : www.surabayapost.co.id)

Rabu, 16 Mei 2012

Surabaya, Senin 21 Mei 2012




21/05/2012 14:50:57
Pemkot Surabaya Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke 104
Dinkominfo – Bertindak sebagai inspektur upacara, Walikota Surabaya Tri Rismaharini pimpin upacara bendera peringati Hari Kebangkitan Nasional ke 104 tahun 2012, Senin (21/5) di Halaman Taman Surya. Peringatan kali ini mengusung tema Dengan semangat kebangkitan nasional, kita tingkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berkarakter, damai dan berbudaya saing menuju masyarakat sejahtera.

Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring yang dibacakan oleh Risma menyebutkan bahwa jika dihitung dari titik awal kebangkitan nasional tahun 1908, maka pada tahun 2012 ini, kita sudah  lebih seratus tahun berproses dalam 
kesadaran maupun kehidupan  kita untuk menjadi bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa yang memiliki identitas dan jati diri dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

“Wajah dan corak ke-Indonesian-kita pun tentunya telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perjalanan waktu. Demikian halnya, nilai-nilai kebangsaan selama 104 tahun tersebut, tentunya telah mengalami pasang surutnya, seiring dengan perubahan jaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri.

Perubahan dan tuntutan ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, pasti akan berada dan menyatu dalam proses perjalanan  sejarah  bangsa Indonesia. Kita telah sama-sama mengalami dan merasakan betapa perjalanan bangsa Indonesia yang telah berkali-kali mendapatkan gangguan, tantangan, hambatan dan bahkan ancaman, baik dari dalam 
maupun dari luar negeri.

“Oleh karena itulah, dalam rangka tetap menjaga konsistensi  dan kesinambungan  nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, tentunya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, kita tidak boleh lengah dan lupa akan makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut, secara khusus hal ini sangat penting  dalam menyikapi dan menghadapi era perubahan dan kemajuan yang  terjadi dewasa ini, dan yang akan  terus menerus  terjadi di masa-masa mendatang,” ucapnya.

Peringatan Harkitnas yang ke  104 tahun 2012 ini menjadi penting, apabila nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilainilai kejujuran, dan nilai-nilai  kebersamaan yang  menjadi ciri keIndonesia-an kita, yang telah dipelopori oleh para pendahulu kita melalui gerakan “Boedi Oetomo” tersebut, dapat dijadikan suatu enerji bagi langkah-langkah kedepan. Sekaligus  menjadi renungan dan evaluasi, sejauhmana semangat nasionalisme tersebut terimplementasi dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggung jawab perilaku masing-masing individu warganegara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sejalan dengan semangat dan jiwa kebangkitan nasional yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, maka  tidak berlebihan, jika bangsa Indonesia dewasa ini  menjadi pusat  dan  pusaran  serta  proses kebangkitan bangsa-bangsa regional se-ASEAN, bangsa-bangsa Asia Pasifik, dan bahkan bangsa-bangsa dunia.

Masalah-masalah perkembangan sosial budaya, pertumbuhan ekonomi,  serta masalah pertahanan dan keamanan, menjadi fokus bahasan, dimana Indonesia telah mampu dan berhasil  menjadi tuan rumah bagi kemaslahatan bangsa-bangsa kawasan regional ASEAN dan Asia-Pasifik, yang diharapkan dapat diwujudkan pada tahun 2015 mendatang.

“Mudah-mudahan semangat kebangkitan nasional yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, yang kita peringati pada tahun 2012 ini, tetap dan terus menjadi obor penerang dan pencerah bagi langkah anak bangsa menjaga dan mengembangkan konstruksi nasionalisme yang bercirikan ke-Indonesia-an  sejati. Konstruksi nasionalisme yang berkarakter sebagai bangsa yang bermoral (relegius), karakter sebagai bangsa yang beradab, karakter sebagai bangsa yang bersatu, bangsa yang berdaya,dan karakter bangsa yang berpartisipasi, bagi kejayaan bangsa dan negara Indonesia,” harapnya. (Sumber : www.surabaya.go.id)